Pengertian cangkang sawit

Salah satu jenis pohon yang memiliki ragam manfaat untuk kehidupan umat manusia ialah kelapa Sawit. Dimana varietas pohon ini sering diidentikkan sebagai penghasil minyak Sawit.  Produk yang secara tulen berasal dari pemanfaatkan isi dari buah kelapa Sawit.

Sejauh ini, yang kita ketahui ialah hanyalah buah kelapa Sawit yang kerap dijadikan bahan pokok produksi. Nah, ini dia titik persoalannya. Namun tahukah anda, seperti apa itu cangkang Sawit? Dan apakah selama ini cangkang Sawit hanya dibuang sia-sia? setelah diperas isi buahnya tanpa memberikan manfaat sedikitpun. Untuk lebih jelasnya mari kita simak pengertian cangkang sawit yang akan dipaparkan di bawah ini.

Seperti Apa itu Cangkang Sawit?

Bagi orang awam biasa, dalam artian mereka yang tidak pernah tahu-menahu mengenai sekelumit kelapa Sawit, sudah pasti akan sangat asing seperti apa bentuknya. Berbeda halnya dengan mereka yang kerap kali mengurusi ataupun pegawai yang bekerja di ladangnya secara langsung. Untuk mengobati rasa penasaran sekaligus menambah pengetahuan terkait cangkang Sawit,  alangkah baiknya mari kita membahasnya secara seksama.

Sinonim Tempurung

Hal  pertama yang harus anda ketahui ialah terkait istilah cangkang Sawit.  Cangkang sejatinya merupakan sinonim dari tempurung. Bagian lapisan yang dekat dengan daging buah, dalam konteks ini sudah barang tentu yang dimaksudkan adalah kelapa Sawit. Ada kemungkinan besar, penggunaan istilah tempurung kelapa Sawit lebih familiar di telinga khalayak orang. Meskipun di satu sisi harus diakui pula, bahwa kedua istilah tersebut sejatinya menunjukkan dan memaksudkan pada makna kata sekaligus objek yang sama.

Karakter

Tidak jauh berbeda dengan karakter tempurung dari buah jenis kelapa lain pada umumnya. Dimana kulit selalu memiliki kontur yang lebih menonjolkan sisi kerasnya. Kebalikan dari isi buahnya. Hal ini berfungsi sebagai pelindung daging buah inti Sawit dari segala kemungkinan. Baik itu serangan bakteri, serangga ataupun hama sekalipun.

Corak Warna

Kulit buah kelapa Sawit sudah pasti akan mengalami transformasi corak warna. Mulai dari corak warna buah tatkala muda, menginjak masa-masa hampir matang sampai dengan waktu siap panen (tua). Adapun corak warna tersebut ialah fase hijau dimana buah masih dalam keadaan sangat muda. Oranye kemerah-merahan menandakan fase menuju kematangan awal.  Merah marun kecoklat-coklatan sebagai fase kematangan hampir sempurna. Dan terakhir coklat pekat kehitam-hitaman menandakan fase siap untuk dipanen.

Lapisan Buah

Corak warna ini terdapat dilapisan paling luar dari buah. Kemudian disusul oleh lapisan kedua, dipenuhi dengan daging kulit yang menepel pada tempurung Sawit. Lapisan ketiga yang bersifat keras inilah yang disebut sebagai tempurung atau cangkang Sawit. Sementara itu daging buahnya yang putih berada di lapisan terdalam, yang terlindungi oleh tempurung.

Kandungan Cangkang Sawit

Tidak ketinggalan pula, hal penting lainnya yang harus anda ketahui ialah terkait kandungan yang terdapat dalam cangkang  atau tempurung kelapa Sawit. Dimana cangkang ini memiliki unsur-unsur yang sama sekali berbeda dengan yang lainnya. Utamanya dengan kelapa biasa pada umumnya. Adapun beberapa unsur yang menjadi kandungan cangkang Sawit ialah terdiri dari sebagai berikut:

  • Mengandung kadar air yang lembab (moisture in Analysis), lebih tepatnya yakni sebesar 15-25% (As received)  atau 8 – 11% (Air Dried Basis)
  • Mempunyai kadar abu (ash content) yang minim, kurang lebih sekitar 1-3%.
  • Kadar penguapan yang lumayan tinggi, (volatile matter) yakni berkisar 68 – 70%
  • Mengandung Karbon Aktif sekitar murni (fixed carbon) kurang lebih sebanyak 20-22%.
  • Memiliki Kalori lebih dari 4.200 Kcal
mau di